merawat kulit


Merawat Tubuh dan Kulit Wajah bagi Wanita Sibuk

Menunda dari Penuaan Diri
Cuaca yang tidak bersahabat, panas terik matahari dan disertai suhu udara yang sangat panas akhir-akhir ini adalah fenomena alam yang harus kita terima. Akan menjadi penting apabila kita memperhatikan kesehatan wajah dan tubuh , misaknya dengan banyaknya keringat keluar dari tubuh kita membutuhkan usapan air yang memadahi untuk mengimbangi keringat yang keluar tadi. Sebagai wanita yang senantiasa menjaga kecantikan yang merupakan lambang keindahan, tentulah akan sangat berusaha menjaga penampilan, terutama menjaga penampilan dari bentuk tubuh tubuh dan kulit. Di samping itu, merawat kulitdan tubuh adalah terjaga terhindarnya dari penuaan dini, yang otomatis juga menjaga penampilan kulit dan kesehatan kulit.
Menjaga Kebersihan Kulit
Angin lembut menerpa kulit kita secara langsung menimbulkan rasa segar dan nyaman. Tidak terasa ini meninggalkan konsekuensi kotoran debu yang menyumbat pori-pori kulit kita. Sehingga menambah tebal bersama tumpukan sel kulit mati di permukaan kulit dan pori-pori. Oleh sebab itu perawatan kulit yang paling utama adalah membersihkan kulit. Jika kulit dicuci tidak bersih maka tumpukan-tumpukan sel-sel kotoran lainnya akan masih tersisa. Sehingga dapat menimbulkan komedo dan jerawat. Hal ini akan mengganggu penyerapan nutrisi dan vitamin ke dalam kulit, secara otomatis kulit akan kelihatan berwarna kusam bahkan kelihatan kering.
Adalah kebutuhan mutlak akan kebersihan kulit, mencuci kulit dengan sempurna, tidak sekedar menyiram air dan menimbulkan suasana segar, memilih sabun dan lulur yang sesuai dengan kulit akan memperoleh manfaat di kulit.
Komedo dan Cara Mengatasinya
Bintik hitam di sekitar hidung atau pipi memang sangat megganggu penampilan. Jika Anda belum tahu, itu adalah salah satu jenis jerawat, yaitu komedo. Komedo terbentuk karena penyumbatan minyak atau make up yang terjebak di bawah kulit. Komedo ini juga masalah kulit paling sering dialami oleh setiap orang. Walaupun tidak menyebabkan bengkak dan iritasi kulit seperti jerawat, namun komedo tetap mengurangi kecantikan wajah jika ada dalam jumlah banyak.
Komedo sendiri dibagi menjadi dua, yaitu:
1.      Whitehead
Komedo jenis ini berupa tonjolan putih kecil-kecil di bawah kulit. Cara mengatasinya:
·         Bersihkan wajah dengan scrub atau sabun muka yang mengandung asam salisilat (salicylic acid) atau AHA/BHA
·         Atasi kelebihan minyak dengan kkertas minyak, atau toner jika wajah Anda sangat berminyak.
2.      Blackhead
Komedo ini seperti pori-pori yang membesar dam menghitam. Cara mengatasinya:
·         Bersihkan wajah dengan scrub, bilas dengan air dingin atau gunakan toner untuk merapatkan pori-pori.
·         Cobalah alternative ini. Bersihkan wajah dengan belimbing wuluh yang ditumbuk halus dan dicampur dengan sedikit air garam. Bubur belimbing wuluh ini akan memberikan rasa sejuk dan memperkecil pori-pori kulit.
·         Kadang jika komedo membandel, Anda memang harus mengeluarkannya secara paksa dengan sendok una (alat ungkit komedo) atau plester pore strip.
Menjaga Kulit aagar Tetap Halus
Mandi sangatlah penting untuk menjaga kulit tetap bersih dan halus. Untuk itu mandi minimal 2x sehari adalah penting. Karena durasi waktu kulit akan menjaga keberhasilannya secara alamiah, dalam kurun waktu lebih 12 jam mikroorganisme akan berkembang biak di tubuh kita. Sehingga mandi 2x sehari itu merupakan keharusan.
Menggunakan lulur sebelum mandi 2x sehari juga sangat penting karena pemakaian scrub akan efektif untuk membersihkan pori-pori kulit bahkan kotoran dan kulit mati yang menempel secara membandel dengan scrub mudah terangkat.

remaja



Remaja merupakan Usia Produktif

Siapa itu Remaja?
Remaja berasal dari kata latin adolence yang artinya tumbuh untuk menjadi dewasa. Istilah adolence mempunyai arti yang lebih luas lagi yang mencakup kematangan mental, emosional, social, dan fisik (Hurlock, 1992). Remaja sebenarnya tidak mempunyai tempat yang jelas karena tidak termasuk golongan anak tetapi tidak juga termasuk golongan dewasa atau tua.
Seperti yang dikemukakan oleh calon (dalam Monks, dkk 1994) bahwa masa remaja menunjukkan dengan jelas sifat transisi atau peralihan karena remaja belum memperoleh status dewasa dan tidak lagi memiliki status anak.
Borring E.G (dalam Hurlock, 1990) mengatakan bahwa masa remaja merupaka suatu periode atau masa tumbuhnya seseorang dalam masa transisi dari masa anak-anak ke masa dewasa. Yang meliputi semua perkembangan yang dialami sebagai persiapan memasuki dewasa.
Monks, dkk (dalam Hurlock, 1990) mengatakan bahwa remaja suatu masa di saat individu berkembang dari pertama kali menunjukkan tanda-tanda sekdual, mengalami perkembangan psikologis dan pola identifikasi dari anak menjadi dewasa, serta terjadi peralihan dari ketergantungan social ekonomi yang penuh pada keadaan yang mandiri.
Neidahart (dalam Hurlock, 1990) mengatakan bahwa masa remaja merupakan suatu masa peralihan dan ketergantungan pada masa anak-anak ke masa dewasa, dan pada masa ini remaja dituntut untuk mandiri. Pendapat ini hampir sama dengan yang dikemukakan oleh Ottorank (dalam Hurlock, 1990) bahwa masa remaja merupakan masa perubahan yang drastis dari keadaan tergantung menjadi keadaan mandiri. Bahkan Dradjat (dalam Hurlock, 1990) mengatakan masa remaja adalah masa dimana munculnua berbagai kebutuhan dan emosi serta tumbuhnya kekuatan dan kemampuan fisik yang lebih jelas dan daya fikir yang matang.
Erikson (dalam Hurlock, 1990) menyatakan bahwa masa remaja adalah masa krisis identitas atau masalah identitas – ego ramaja. Identitas diri yang dicari remaja berupa upaya untuk menjelaskan siapa dirinya dan apa peranannya dalam masyarakat, serta usaha mencari perasaan kesinambungan dan kesamaan baru para remaja harus memperjuangkan kembali dan seseorang aka siap menempatkan idola dan odeal seseorang sebagai pembimbing mencapai identitas akhir.
Berdasarkan pengertian remaja yang telah dikemukakan para ahli dapat disimpulkan bahwa remaja adalah individu yang sedang berada pada masa peralihan dari masa anak-anak menuju masa dewasa dengan perkembangan yang sangat cepat dari aspek fisik, psikis, dan social.
Sementara itu Water Aigner menyatakan, produktifitas itu sudah ada sejak awal peradapan manusia. Sebab produktifitas mencakup the will (keinginan) dan effort (upaya) manusia untuk meningkatkan kualitas kehidupan di segala bidang.
Ciri-Ciri Orang Produktif
Dalam aplikasinya, orang yang melakukan produktifitas disebut orang produktif, yang memiliki cirri-ciri sebagai berikut:
1.      Berjiwa transparan, karena orang produktif berkeiginan maju, terbuka, dan berupaya instropeksi diri.
2.      Memegang amanah, bermakna seseorang bisa dipercaya dan bertanggung jawab, sebab dirinya selalu berupaya lebih baik dan lebih baik lagi.
3.      Cerdas/kreatif, selalu berupaya untuk bias beradaptasi dan mempertahankan eksistensi untuk menghadapi perubahan-perubahan.
4.      Berjiwa enterpreunershi, orang yang produktif pada umumnya berjiwa mandiri dan tidak tergantung pada orang lain, rasional, dan inovatif.
5.      Sportif, berani mengoreksi dan dikoreksi oleh orang lain, serta mengakui keberadaan orang lain.
6.      Disiplin, orang yang produktif senantiasa menghargai waktu dan peraturan.
7.      Kooperatif, orang yang produktif menyadari bahwa dalam bekerja butuh orang lain dan bekerjasama yang baik.
Remaja Dikatakan Usia Produktif
Karena penduduk pada usia produktif secara riil berarti penduduk produktif yang pada umumnya termasuk ke dalam kelompok yang usianya antara 15 sampai dengan 24 tahun, sedangkan remaja adalah urang yang berusia antara 12 sampai 16 tahun hingga remaja bisa juga dikelompokkan menjadi penduduk usia produktif.
Copyright 2009 apriliasuharno. All rights reserved.
Bread Machine Reviews | watch free movies online by Blogger Templates