puisi essay



TERBITLAH CAHAYA DI TIMUR INDONESIA

Tuhan ialah Dia maha Adil
Kita hanyalah sedikit dari kebaikanNya
Secuil dari sedikit jari kelingkingNya
Harusnya kita yang selalu menjaga setiap celah kebaikan Tuhan
Berkat rahmat dan karuniaNya hidup ini menjadi indah bila kita dapat memahami
Memahami setiap hela makna kehidupan
Kehidupan yang merupakan sebuah kontrak
Kontrak antara kita dengan tuhan
Sebuah kontrak yang seharusnya digunakan untuk menuai kebajikan
Alangkah egoisnya kita sebagai manusia
Ampuni kami Tuhan ...
Kami hanyalah budak yang selalu mencari karuniaMu
Tanpa kami pikirkan yang terbaik bagiMu
Kami pencari kesempurnaan
Karena bagi kami sempurna itu mudah
Mudah dididapatkan , dan mudah jua kami enyahkan
Sempurna adalah suatu pujian keindahan
Makna sempurna tiadalah semudah pengucapan sebuah lidah
Yang sejatinya hanyalah milik Engkau
Lantas apakah kita sebagai hamba sahaya pantaslah menilai sahaya lainnya ?
Yaa mungkin tidak , mungkin juga Iyaa
Argumen yang kian merebak, beredar dan merajalela menjadi sebuah tekanan
Tekanan antara perbedaan
Haruskah perbedaan itu terjadi menjadi musibah ??
Atau hanya sebuah variasi
Bagaimana kita atasi itu
Tergantung pandangan semua pihak
Orang bijak memandang semua perbedaan dari segi sudut masing-masing
Yang setiap perbedaan sudahlah pasti mempunyai sisi positifnya
Andaikan saja semua orang sedemikian adanya
Mungkin saja, dunia ini bagaikan taman nirwana
Tanpa seluk beluk pertikaian
Lika liku perdebatan , penindasan dan keegoisan
Yaaa itulah manusiawi
Mungkin kebaikan tuhan masih bisa di salah artikan
Atau justru memang seyogyanya untuk kita gunakan sebagai pacuan
Terkadang benak ini masih silih berganti menanyakan
Apa kabar saudaraku disana ?
Saudara saudariku yang memang terlihat gelap disana
Di suatu daerah yang jauh dari peradaban
Di daerah yang penuh keterbatasan
Di daerah yang penuh ketiadaan
Alangkah mulianya kita berikan pelita pada mereka
Kita harusnya kenalkan saudariku ini
Kenalkan kehidupan ini
Gelap rupanya haruslah kita sinarkan pesonanya
Bawa saudariku melayang
Meraba dunia ini , dunia yang seharusnya miliknya jua
Tidak seharunya saudariku berdiam diri di tempat sana
Tempat yang memang sedari dulu kami mengenalnya sebagai rumah inang saudari kami
Untung saja kini sang raja telah membuka kelopaknya
Mengenalkan saudari kami untuk ikut berkarya
Mengepakkan sayapnya mengarungi cakrawala
Terbang menyusuri tanah air kita
Membawanya mengenal putih hidup masa depannya
Membantu saudariku mempersiapkan geloranya
Bangunlah hai kau saudariku dari kegelapan ini
Kita saling merangkul menjajakan kaki kita untuk bunda pertiwi
Persiapkanlah dalam sanu barimu
Jangan engkau selalu menutup diri dalam pelukan inangmu kawan
Kobarkan api semangatmu
Janganlah engkau terdiam mendengar suara kicauan di luar sana
Suara-suara yang tak pernah menganggap peluhmu
Terbanglah , genggamlah putihmu demi kegelapan yang selama ini menyelimutimu
Kegelapan yang selalu membatasi gerakmu
Perjuanganmu dan segala impianmu
Bersyukurlah kepadaNya , lewat tanganNya kini jalanmu akan segera di lebarkan
Bersikaplah seolah kau bisu dan tuli wahai saudaraku
Tempatmu sekarang akan disejajarkan dengan para puteri raja negri ini
Lupakan sejenak rintihmu dari kejauhan sana
Agar kelak kau bangun anak cucumu seperti kami
Kami yang hidup dalam satu tumpuan ibu pertiwi namun tak sama
Tak sama dimata mereka yang mungkin tak dapat membuka matanya
Atau berpura-pura tak punya mata atas keberadaanmu
Tetanggaku bilang, tanah kelahiranmu wahai saudaraku[1]
Merupakan harta emas yang terpendam
Harta yang tak dapat kau rasakan
Harta yang membawa engkau saudariku beserta keluargamu merasa teriris
Tersayat, tercabik dan terimbun oleh nafsu para penguasa
Maafkan lah kami hay saudaraku ...
Kami tak selaknat itu , kami tak seperti yang engkau kira
Kami bukan termasuk mereka
Mereka hanya terlalu silau dan kehilangan Tuhan
Mereka seperti tak ber-Tuhan
Tuhan mereka ialah Uang
Mereka melalaikan kebaikan Tuhan karena Uang
Tuhan menunda untuk menjemput mereka
Tuhan hanya ingin memberi mereka sedikit peluang
Peluang merasakan mewahnya kilauan mutiara surga dunia
Akan tetapi mereka tetap lalai dan tidak tahu diri
Datanglah Tuhan sesegera mungkin
Bila telah tiba masanya untuk mereka
Tuhan bergerak dan menunjukkan kekuasaanNya
Menjemput mata hati mereka , agar tau seruanmu wahai saudaraku
Kehamilan adik-adikmu yang didalamnya bukan lah janin merupakan kesalahan raja kami[2]
Yang tak tahu para kaki tangannya kurang sesuai memperlakukanmu dan saudaramu[3]
Yang telah merenggut hak-hakmu
Hak yang telah di amanatkan untuk engkau dari raja kami
Sudihkah engkau memaafkan kami kembali hay saudariku
Beras yang setara dengan emas membuat keluargamu menderita
Penyakit maag yang tidak berkesudahan
Kekosongan isi cacing dalam perutmu
Minimnya tempat tinggal dan tiadanya mobilitas untuk engkau tetap maju
Lapangkanlah dadamu saudara-saudariku
Perhatian kaki-tangan raja kami hanya tertuju kepada harta dalam tanahmu disana wahai saudariku
Segenggam kata maaf kami mungkin saja tak bisa mengobati kesakitamu dan keluargamu
Tetapi , suatu saat nanti semuanya akan berakhir
Bersiaplah, bersabarlah bergabung dengan kami
Walaupun banyak diluar sana kurang siap menerimamu
Berprasangka buruk terhadapmu
Mungkin karena kemunafikan tentanggaku
Yang terlalu risau menyaksikan suatu saat nanti engkau beserta keluargamu menuntut balas
Tapi aku yakin saudariku
Sebenarnya engkau takseburuk itu
Engaku lebih cemerlang diatas kegelapanmu
Kegelapan akibat kebesaran Tuhan
Kegelapan rupamu yang menganggap kau tak pantas menjadi sebagian dari kami
Itupun menjadi salah satu alasan penolakan saudari kami di tanah ini
Tak dapat dipungkiri lagi kau beserta keluargamu disana sangat berharga
Keputusan keluargamu memisahkan diri dari bunda pertiwi mungkin karena keterpaksaan
Sangat aku pahami wahai saudaraku , kehidupanmu dan keluargamu begitu keras
Tak merasa dihargai dan diharapkan
Asal kau ketahui saja, kami beserta sang raja tengah berfikir untuk keluargamu disana
Agar tiadalah selalu dalam keadaan seperti yang dulu lagi
Agar engkau tetap mencintai raja kami dan bunda pertiwi ini
Agar engkau tak goyah rayuan raja tetangga negri seberang
Tetaplah disini di negeri kami dan negerimu ini
Bantulah raja kami memusnahkan tikus-tikus darat negeri kita
Tikus-tikus yang hanya melahap habis untuk perutnya dan dunia glamornya
Kami beserta malaikat tak gila kemerlapan duniawi tengah memikirkan jalan untuk engkau
Bantulah kami dengan semangatmu
Dengan tekatmu, dan buatlah kawan kami ternganga dengan bintang dalam dirimu
Agar semua insan mengerti tiadalah hal yang berbeda diantara kita
Bersinalah , berilah warna dalam hidup yang akan kita lalui bersama
Kau pantas menjadi sebagian dari kami
Kau memang jati diri pelengkap kami
Syukur terhadap tuhan mempertankanmu dan keluargamu menjadi bagian bunda pertiwi
Kami bangga engkau tetaplah sebagian dari tumpah darah kami
Sang surya pasti selalu memancarkan pesonanya
Sang alam menari kegirangan menyambut gemerlapmu nanti
Kuasanya tetap hadir dalam hidup kita
Kawanan burung menyanyikan lagu bahagia untuk kita
Dedaunan kini silih berganti tertiup angin menggambarkan bergantinya pandangamu kini
Pendanganmu terhadap masa depan nanti
Selamat datang wahai pesona gelap yang terkubur
Bersiaplah dan segera bergegaslah untuk hal indah ini
Untuk memperbaiki keadaanmu
Keadaan keluargamu
Raja kita janjikan pintu nirwana
Sambutlah janji yang di depan sana itu
Janji seruan untuk tetap kita perjuangkan
Kuharap suatu saat kebutaan mereka terhadapa engkau akan luntur
Dan prasangkamu akan hilang dengan sendirinya
Jiwa terang bersiap datang
Tuhan memperhitungkan usaha para malaikatnya
Malaikat tanpa sayapNya
Akan selalu menuntun jiwa kita
Jiwa yang tak begitu paham mengenai mudahnya mereka merampas hak
Bagaimana mereka melakukan itu ?
Tiada merasa bersalahkan mereka ?
 Dan bagaimanakah nasib mereka nanti setelah Tuhan murka ??
Kita hanya bisa menengadahkan kedua tangan kita
Meminta uluran tangan Tuhan untuk menyembuhkan mereka
Sadarkan jiwa mereka Tuhan
Bangunkan kekhilafan mereka untuk kembali menjujung tinggi amanahmu
Sebelum Engkau murka Tuhan
Supaya sudah tiada lagi korban berjatuhan
Korban keegoisan,
Korban kemunafikan dan korban kenistaan .
Sembuhkanlah sakit hati saudaraku Tuhan
Sakit hati yang dahulu hampir membawa mereka dalam keputusasaan
Sudahilah penghinaan terhadap saudariku Tuhan
Mereka dan kami tiadalah bedanya
Sama-sama ciptaanNya
Raja kami pun kini telah hapuskan perbedaan diantara kami
Mengapa kita masih saja bertikai
Bukankah itu sebuah penghianatan
Ironisnya dianggap sebagai pemberontak Tuhan
Jangan sampai kita tergolong sebagai pemberontak Tuhan
Kita harus memperjuangkan kebaikan Tuhan
Serta kebesaran Tuhan
Melengkapi kita dengan warna-warni kehidupan
Yang seharusnya kita indahkan
Kita jadikan pelangi nirwana
Nirwana yang tiada terkira indahnya
Itulah yang dinamakan karunia Tuhan
Melangkah bersama tanpa memandang perbedaan
Indahnya perbedaan sebagai bagian variasi
Bukan merupakan sebuah bentuk yang perlu dipermasalahkan
Dicari baik-buruknya
Dicari kuat-lemahnya
Di timbang mayoritas-minoritasnya
Tapi memandang sebagai multikultural yang indah
Multikultural yang harus harus dilestarikan
Dibudayakan , dan sebagai kekayaan negeri kita
Kesamaan yang membuat kita tumbuh saling gotong royong
Membina hidup yang harmonis
Tanpa ada suatu konflik diantara kita dengan Tuhan dan sesama
Itulah makna kehidupan yang hakiki
Sesuai dengan keinginan Tuhan
Sesuai dengan fitrah kita sebagai budak Tuhan yang taat
Yang mengerti kebesaranNya
Yang tahu diri bagaimana membalas kebaikan Tuhan
Memperlakukan sesama sesuai dengan semestinya
Sesuai hak yang memang semestinya
Tuhan pasti akan tersenyum bangga
Bangga kepada kita
Wahai saudariku , genggam keyakinan kita
Melangkah bersama menjadi satu
Berantas ketidak adilan dalam dunia fana ini
Aku tahu saudariku
Engkau punya kemampuan dibalik keterpurukanmu
Karena Tuhan ciptakan kita lengkap dengan keunggulan-kecacatan kita masing-masing
Percayalah kita ini diciptakan sesempurna mungkin
Tergantung hanya pada bagaimana kita menilai mereka
Dan sebaliknya bagaimana mereka menilai kita
Kegelapan itu hanya sebatas kelihatan dengan kasat mata
Justru yang tidak kasat mata itulah kesejatian hakiki
Tidak nampak namun banyak menuai
Menuai karena keistimewaan yang terselubung
Terselubung karena keadaan
Keadaan yang belum teratasi
Keterbatasan ruang lingkup yang menyelimuti
Kemiskinan hak, terisolasi dari dunia luar
Kurangnya tempat berpijak untuk mengepakkan sayapnya
Kurangnya kawan yang mampu menerima keberadaannya
Kurangnya lembaga yang menanganinya
Sabarlah saudara, kelopak duniamu kian terbuka lebar
Semua permasalahan itu pasti akan teratasi karena kebulatan tekadmu
Itu semua karena kebaikan Tuhan yang mendengarkan rintihmu
Suatu gerbang segera terbuka
Genderang kebahagiaan siap digemakan
Di sisi lain yang mendukungmu karena keadilan Tuhan jua
Dengan bentuknya yang memberikan keistimewaan
Keistimewaan yang tersebar merata diseluruh alam ini
Alam yang menjadi tempat kita bernaung
Tempat kita beranak-pinak
Menjejakkan kaki kita berdiri diatasnya
Membina mahligai yang penuh harapan untuk bahagia
Namun haruslah tanggungjawab kita terjaga
Agar selalu menjaga kestabilannya
Kelestariannya berkembang untuk anak-cucu di masa mendatang
Inilah kemerdekaan untukmu saudaraku
Usahamu itu tiadalah akan sia-sia
Percaya atau tidak inilah hidup yang sesungguhnya
Selalu berjalan bagikan roda yang hampir selalu melewati tikungan tajam
Tergantung apakah kita siap hadapi itu semua atau justru hanyalah sebuah keputusasaan yang akan kita jelang?
Renungilah jalan kita , jangan sampai ibu kita menangis kembali
Suatu tanggungjawab besar ditangan kita untuk membuat ibu pertiwi tersenyum kembali.





  1. Surat kabar International Herald Tribune menurunkan dua tulisan bersambung mengenai praktek-praktek ‘kelabu’ yang dijalankan Perusahaan Tambang Emas dan Tembaga Amerika Freeport Mc Moran di Papua. Menurut penyelidikan yang dilakukan oleh harian The New York Times, Freeport McMoran, yang disebut sebagai perusahaan tambang emas terbesar dunia, memberi pembayaran sebesar $20 juta dolar antara 1998 sampai 2004 kepada para jendral tentara dan polisi, kolonel, mayor, kapten, dan satuan-satuan militer. Sedangkan para komandan secara perorangan menerima puluhan ribu dolar. (www.google.com/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=1&cad=rja&ved=0CCYQFjAA&url=http%3A%2F%2Fbibin86.wordpress.com%2F2008%2F12%2F02%2Ffreeport-cerita-di-balik-gunung-emas-terbesar-di-dunia%2F&ei=SolrUrqaIYqMrAeyqoGwAg&usg=AFQjCNE8R1U_UD17Rfc-F_nCPwfNy5m84Q&bvm=bv.55123115,d.bmk
  2. sangat menggiriskan!! 1% utk papua!! tdklah heran kalau negara kita yg katanya kaya akan natural resources, apalagi papua yg punya kandungan emas terbesar di dunia (jg menurut NYT), penduduknya malah masuk kategori paling miskin sedunia (menurut saya sendiri). mental pemerintah kita adl selalu menjual kekayaan alam utk diolah perusahaan asing, dan kita cukup menerima sekian persen dr pengolahan tsb. dr sepeser yg diberikan oleh perusahaan asing tsb, banyak yg malah masuk kantong2 pribadi spt yg disebutkan di atas. yg diterima oleh rakyat indonesia?? wallahualam… only heaven knows! yg kita tau adl 1% utk papua. (http://www.google.com/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=1&cad=rja&ved=0CCYQFjAA&url=http%3A%2F%2Fbibin86.wordpress.com%2F2008%2F12%2F02%2Ffreeport-cerita-di-balik-gunung-emas-terbesar-di-dunia%2F&ei=SolrUrqaIYqMrAeyqoGwAg&usg=AFQjCNE8R1U_UD17Rfc-F_nCPwfNy5m84Q&bvm=bv.55123115,d.bmk) 
  3. Freeport merupakan ladang uang haram bagi para pejabat negeri ini, yang dari sipil maupun militer. Sejak 1967 sampai sekarang, tambang emas terbesar di dunia itu menjadi tambang pribadi mereka untuk memperkaya diri sendiri dan keluarganya. Freeport McMoran sendiri telah menganggarkan dana untuk itu yang walau jumlahnya sangat besar bagi kita, namun bagi mereka terbilang kecil karena jumlah laba dari tambang itu memang sangat dahsyat. Jika Indonesia mau mandiri, sektor inilah yang harus dibereskan terlebih dahulu. (http://keepfight.wordpress.com/2011/11/11/kasus-freeport-amerika-perampok-kekayaan-papua/)



0 komentar:

Posting Komentar

Copyright 2009 apriliasuharno. All rights reserved.
Bread Machine Reviews | watch free movies online by Blogger Templates