Contoh Dialog Diskusi Fak
Moderator
: Suryati
Orator : Siska aprilia
Peserta
1 : Martina
Peserta
2 : Aditya
Peserta
3 : Mirza
Suryati :
Assalamu’alaikum wr.wb. Selamat pagi, salam sejahtera bagi kita semua. Senang
sekali kita bisa berkumpul dengan wajah ceria dan semangat menggelora pada hari
ini. Pagi ini kami akan melaksanakan diskusi mengenai kenakalan remaja .
Sebelum kami
mulai berdiskusi pertama-tama saya akan
memperkenalkan dahulu para anggota diskusi yakni siska sebagai orator, peserta
pertama martina, peserta kedua aditya, dan peserta ketiga yakni
pak mirza. Untuk memulai diskusi pada
hari ini saya serahkan pada pengantar materi yakni bu Siska aprilia saya
persilahkan.
Siska :
Kasus kenakalan remaja pada era ini dirasa semakin menghawatirkan dan sudah
melebihi batas dari pada sebuah kewajaran. Banyaknya anak-anak dibawah umur
sudah mengenal rokok,narkoba,seks bebas,dan banyak tindakan kriminal
lainnya.Hal semacam ini dapat terjadi karena adanya berbagai faktor internal
maupun faktor eksternalnya, yang cepat atau lambat dapat berpengaruh terhadap
perkembangan anak-anak. Misalnya faktor internal yakni kurangnya perhatian dan
kasih sayang orang tua terhadap anak, akibat latar belakang keluarga yang tidak
harmonis dan lain sebagainya. Sedangkan faktor eksternal misalnya saja pengaruh
lingkungan sekitar tempat tinggalnya, tempat ia bergaul dan belajar dan teman
sepermainannya. Lantas, bagaimana hal ini bisa terjadi dan bagaimana cara kita
meminimalkan kenakalan-kenakalan semacam
ini?maka dari itu kita mulai saja diskusinya.
Martina :
Kenakalan remaja memanglah suatu hal
yang sangat mengkhawatirkan dan merupakan hal yang sangat berpengaruh untuk
perkembangan generasi penerus. Hal ini terjadi karena faktor internal dan
eksternal. Dari segi faktor internal salah satu contohnya yakni akibat
kurangnya keharmonisan dalam keluarga mengakibatkan anak merasa kurang
perhatian dan kasih sayang dari orang tua mereka, hal ini terjadi karena
kesibukan kedua orangtuanya sehingga tidak mempunyai banyak waktu untuk
mengetahui kondisi buah hatinya, orang tua yang egois memilih perceraian
sehingga membuat anak menyimpan dendam kepada salah satu ayah atau ibunya, kematian
orang tuanya. Minimnya pemahaman tentang keagamaan dalam kehidupan keluarga,
sebagai orangtua alangkah baiknya memberi pembekalan moral yang menjadi fondasi
untuk kehidupan selanjutnya, pembekalan rasa takut kepada sang pencipta akan
membuat anak lebih berhati-hati melakukan suatu tindakan. Sedangkan dari faktor
eksternal misalnya saja lingkungan tempat tinggalnya adalah lingkungan
premanisme, membuat anak-anak akan meniru apa yang semenjak kecil ia lihat dan
kebiasaan-kebiasaan yang dilakukannya setiap hari, selain pengaruh lingkungan
sekitar peran dari teman sepermainanpun memiliki efek paling signifikan,
apabila anak kita mempunyai teman yang kaya dan selalu mempunyai barang-barang
yang mahal akan membuat munculnya suatu
persaingan dalam hal fasion,gadget dan lain sebagainya mengakibatkan
meningkatkan keinginan untuk setara dengan terman-temannya, apabila orangtuanya
berasal dari keluarga yang pas-pasan maka akan menyebabkan anak untuk mempunyai
keinginan mencuri,merampok,menjual diri demi apa yang ia inginkan dapat
diperoleh.
Aditya hertiningtyas : Hal-hal yang
dapat kita lakukan untuk mencegah kenakalan ini tidak hanya mengandalkan satru
pihak saja melaikan perlu adanya keterlibatan dari berbagai pihak seperti
pemerintah, sekolah, masyarakat, dan keluarga. Pihak-pihak tersebut harus
bekerja sama untuk mengatasi kenakalan remaja. Di rumah anak bisa diawasi oleh
orang tua,di luar rumah lingkungan masyarakat juga harus menciptakan keadaan
yang sesuai untuk remaja misalnya adanya peraturan jam belajar masyarakat. Dan
di sekolah guru harus memberikan himbauan dan contoh yang baik untuk anak,
khususnya anak yang beranjak remaja. Dan itu semua dapat dilaksanakan dengan
adanya dukungan dari pemerintah seperti pihak kepolisian harus bekerja secara
optimal dengan cara melakukan berbagai razia di tempat umum sehingga apabila
terjadi kenakalan remaja dapat segera ditertibkan. Dan pihak sekolah dapat
mengupayakan pengadaan media/alat untuk menyalurkan bakat dan minat siswa agar
aspirasi tertampung dan sibuk mengejar cita-citanya.
Mirza :
Hal yang dapat dilakukan berbagai pihak yakni diantaranya untuk pemerintah
misalnya terjadi tawuran maka pihak kepolisian akan dikerahkan untu
mengamankan, dari masyarakat tidak mengucilkan remaja yang terlibat kenakalan
remaja, pihak sekolah dapat memberikan sanksi tegas kepada pelaku kenakalan
remaja dan meberian binaan dari guru BK, Sedangkan dari pihak keluarga dapat
memberikan sanksi kepada anaknya yang berupa pemotongan uang jajan atau bahkan
tidak diberi uang jajan,membatasi waktu bermain, dan membatasi fasilitas yang
ditelah diberikan orangtua.
Suryati :
Jadi kesimpulannya kenakalan remaja adalah perilaku menyimpang dari remaja,
yaitu anak yang berusia 13-18 tahun yang merupakan masa transisi, adapun itu
merupakan proses belajar dan pengenalan yang baik ataupun buruk karena bagi
orang yang dewasa sesuatu itu dianggap nakal, namun bagi mereka yang masih
remaja bisa saja dianggap sesuatu yang wajar. Demikianlah diskusi yang telah
kami sampaikan. Jika dalam berdiskusi kami banyak kesalahan dalam menyampaikan
dan tidak berkenan dihati saudara sekalian.kami mohon maaf yang
sebesar-besarnya. Saya akhiri. Wassalamu’alaikum.wr.wb.










1 komentar:
matur tengkiyu ilmunya bu.
Posting Komentar