Menyimak
Menyimak
merupakan salah satu dari empat aspek keterampilan dalam berbahasa, dimana
keempat aspek tersebut merupakan salah satu faktor penentu kesuksesan dalam
berkomunikasi. Orang yang mempunyai tingkat kemampuan dalam berbahasa tinggi
maka akan lebih mudah untuk mencapai tujuan dalam suatu konteks komunikasi,
sedangkan orang yang mempunyai tingkat pemahamannya sedang atau bahkan rendah
maka akan mengalami kesulitan dalam mencapai tujuan komunikasinya.
Seseorang
dikatakan terampil menyimak apabila yang bersangkutan dapat terampil
menafsirakan dan memaknai bunyi-bunyi yang didengarkan dan disampaikan oleh
pembicara. Menyimak adalah suatu kegiatan dimana kita menggunakan secara
maksimal indera pendengaran kita.Pada dasarnya menyimak bukan suatu kegiatan
pasif. Menyimak tidak hanya sekedar mendengarkan, tetapi memahami dengan cermat
dan teliti apa saja yang disampaikan oleh pembicara dalam suatu konteks
komunikasi.
Kegiatan
mendengarkan semata-mata hanya mendengarkan tidak secara mendalam dan tidak
harus menelaah setiap perkataan dari pembicara, dan dalam mendengarkan tidak
membutuhkan konsentrasi seperti halnya menyimak. Menyimak mempunyai beberapa
faktor, diantaranya faktor fisik, faktor psikologis, sikap, motivasi, jenis
kelamin, lingkungan, dan peranan dalam masyarakat.
Manfaat dan
Tujuan menyimak adalah agar setiap informasi yang kita butuhkan dapat kita
peroleh secara terperinci sehingga dapat menyampaikan fakta, gagasan, pemikiran
dan dapat menganalisis fakta, mengevaluasi fakta atau informasi, mendapatkan
inspirasi, mendapatkan hiburan, dan memperbaiki kemampuan berbicara.
Perbedaan
tujuan dalam menyimak menyebabkan adanya keanekaragaman dalam menyimak. Menurut
Tarigan (2006:35) secara garis besar menyimak dibedakan menjadi dua, yaitu :
a. Menyimak
Ekstensif
Menyimak
Ekstensif adalah sejenis kegiatan menyimak mengenai hal-hal yang bersifat umum
dan dalam pelaksanaannya tidak membutuhkan perhatian khusus. Menyimak dalam hal
ini hanya diambil garis besarnya saja, tidak membutuhkan bimbingan langsung
seorang pengajar, lebih bebas terhadap suatu ujaran. Menyimak Ekstensif terdiri
dari:
1.
Menyimak sosial
Menyimak
karena adanya suatu unsur ketidaksengajaan, dilakukan dalam kehidupan
bermasyarakat. Biasanya terjadi di pasar,di terminal dan tempat umum lainnya.
Kegiatan menyimak ini memperlihatkan perhatian yang wajar terhadap hal-hal yang
diperbincangkan. Contohnya : percakapan orang di pasar yang sedang
tawar-menawar dalam transaksi jual-beli
2.
Menyimak
sekunder
Menyimak
yang sejenis dengan kebetulan atau ketidaksengajaan didengar, maksudnya
menyimak karena tidak ada niat yang mendasarinya.
Contohnya
: Arum sedang menyiram bunga di halaman depan rumah dengan tidak sengaja ia
mendengar perbincangan antara tetangganya dengan penjual sayur keliling.
3.
Menyimak
estetik
Bentuk
apresiatif penyimak dalam menikmati sesuatu pertunjukan yang disuguhkan.
Contohnya
: penyimak mendengar lagu yang menyedihkan kemudian ikut terhanyut oleh setiap
lirik bait lagu yang didengarnya.
4.
Menyimak
pasif
Kegiatan
menyimak yang tidak ada unsur kesengajaan untuk tertarik memahaminya, akan
tetapi sudah menjadi kebiasaan yang didengarkan penyimak sehari-harinya.
Contohnya
: orang cina yang hidup di jawa dalam kesehariannya ia menggunakan bahasa Jawa
dalam berkomunikasi.
b.
Menyimak
Intensif
Menyimak Intensif adalah kegiatan
menyimak dengan penuh konsentrasi, penuh perhatian dan didasari oleh unsur
kesengajaan. Sehingga harus penuh ketelitian dalam menyimak agar memperoleh
informasi yang duiperlukan secara lebih mendalam. Pelaksanannya lebih
terkontrol, pengawasan lebih terhadap suatu hal. Menyimak intensif terdiri atas
beberapa jenis berikut.
1.
Menyimak
Kritis
Menyimak
dilakukan untuk mengemukakan kekeliruan pembicara, memperoleh fakta yang
diperlukan sehingga menimbulkan penilaian, ide, gagasan dari penyimak kepada
pembicara. Contohnya : orang yang mengikuti diskusi akan memberikan tanggapan
terhadap beberapa hal dalam pembahasan diskusi yang diikutinya.
2.
Menyimak
introgatif
Menyimak
yang menuntut konsentrasi dan selektifitas, pemusatan perhatian karena telah
mengajukkan berbagai pertanyaan untuk tahap penyelidikan study kasus. Contohnya
: seseorang yang diinterogasi oleh polisi karena telah melakukan tindakan
kriminalitas.
3.
Menyimak
eksploratif
Menyimak
yang bertujuan untuk menemukan, mempelajari, dan mengidentifikasi suatu
permasalahan yang dijadikan sebagai bahan dalam suatu kasus penyelidikan lebih
lanjut. Contohnya : seseorang yang dimintai kesaksiannya karena dugaan
sementara oleh pihak kepolisian dengan kasus yang melibatkannya.
4.
Menyimak
kreatif
Menyimak
yang bertujuan untuk mendapatkan hiburan dan memunculkan imajinatifnya sehingga
dapat menangkap pesan yang tersirat dari hiburan yang telah dinikmatinya.
Contohnya : sesorang yang mendengarkan puisi akan berapresiasi terhadap makna
puisi yang dibacakan, dan berimajinasi terthadap puisi tersebut.
5.
Menyimak
konsentratif
Kegiatan
menyimak untuk menelaah pembicaraan atau hal yang disimaknya. Membutuhkan
konsentrasi penuh agar tidak menemukan kesalahan yang mengakibatkan
permasalahan baru dan ide dari pembicara dapat diterima dengan baik dan benar.
Contohnya : seseorang siswa yang sedang mengikuti ujian tes bahasa Inggris
listening.
6.
Menyimak
selektif
Kegiatan
menyimak yang mulanya menampung aspirasi dari orang lain, kemudian
menyaringnya. Dengan menyeleksi dan mebandingkannya agar sesuai dan semestinya.
Contohnya : seorang ibu yang memilihkan acara televisi yang baik untuk ditonton
anaknya.










0 komentar:
Posting Komentar