Kebimbangan
Kini jiwa kita seharusnya telah dewasa
Persiapan tajam dalam pembangunan
Kita songsong masa depan
Kita gapai impian
Kita saingi para cendekiawan
Kita bangun jiwa-jiwa pemikir
Tetapi ,
Kehilangan jati diri apakah mungkin akan kita
ikhlaskan?
Pelunturan bahasa kita kini sedikit demi sedikit
digoyahkan
Takkan lagi dapat kita nikmati dibangku sekolahan
Cukupkah jiwa pemikir
Jiwa penemu diperbanyak??
Tanpa mereka mendalami dengan hal yang seharusnya
mereka tahu ??
Sedangkan ,
Kini mereka hanya sekedar tahu tanpa mengerti
Alasannya singkat ,
Tak bisa mereka perdalam dengan terlalu
Mereka dituntut menyongsong negeri ini
Lebih di banding leluhurnya
Ajaran dari nenek moyang mereka
Yang seyogyanya mereka ketahui secara mendalam
Kini hanyalah siratan ,
Padahal ajaran pendahulunya sangat arif
Karena mereka tahu leluhurnya sangat menghormati
asalnya
Tapi ini Zaman modern
Zaman dimana mereka harus menjadi masyarakat modern
Inikah tuntutan kedewasaan negara ini ??
Mengacu :
Sunda
menolak pembunuhan Bahasa daerah dalam kurikulum 2013. Di depan Gedung Sate Bandung, Jawa Barat , sejumlah
pengunjuk rasa dari berbagai kalangan pencinta bahasa Sunda melakukan unjuk
rasa “Menolak Kurikulum 2013” pada hari terakhir di tahun 2012, Senin 31 Desember
2012.
Iwan Hermawan dari Forum Aksi Guru
Indonesia (FAGI) Kota Bandung, seperti yang dikutip berita
antara, mengatakan, “Di dalam Kurikulum 2013
salah satunya ada poin meniadakan mata pelajaran muatan lokal (mulok). Jadi
bukan guru bahasa sunda saja yang terancam, guru bahasa padang, Bali, Jawa, dan
pengajar bahasa daerah lainnya di Indonesia juga terancam kehilangan
pekerjaannya.”
Kurikulum baru ini, juga akan
mengintegrasikan pelajaran bahasa daerah ke dalam pelajaran seni budaya dan
olah raga. Oleh karena itu, pengajar seni, budaya, dan olah raga akan disatugurukan
sehingga selain mengancam guru bahasa daerah, Kurikulum 2013 juga mengancam
guru pengajar mulok lainnya seperti guru bahasa inggris SD dan TIK.











0 komentar:
Posting Komentar