LAPORAN OBSERVASI
GEOSPASIAL
Gumuk pasir atau perbukitan pasir yang
mirip dengan padang gurun di negara timur tengah dapat kita jumpai di kawasan Pantai
Parangtritis. Gumuk tersebut sangat elok serta unik dan merupakan satu
satunya fenomena alam yang terjadi di Asia Tenggara dan bahkan sudah masuk
menjadi word heritage (warisan dunia).
Di dunia ada
beberapa macam bentuk gumuk pasir. Antara lain:
1. Gumuk
Pasir Tipe Barchan, tipe ini bentuknya seperti Bulan sabit.
2. Gumuk
Pasir Melintang, gumuk pasir bertipe ini biasanya terbentuk di daerah yang
tidak berpenghalang dan banyak pasirnya. Bentuk gumuk pasir melintang
menyerupai ombak dan tegak lurus terhadap arah angin.
3. Gumuk
Pasir Parabolik.Gumuk pasir ini hampir sama dengan gumuk pasir barchan akan
tetapi yang membedakan adalah arah angin. Gumuk pasir parabolik arahnya
berhadapan dengan datangnya angin.
4. Gumuk
Pasir Memanjang. Gumuk pasir memanjang adalah gumuk pasir yang berbentuk lurus
dan sejajar satu sama lain. Arah dari gumuk pasir tersebut searah dengan
gerakan angin. Gumuk pasir ini berkembang karena berubahnya arah angin dan
terdapatnya celah diantara bentukan gumuk pasir awal, sehingga celah yang ada
terus menerus mengalami erosi sehingga menjadi lebih lebar dan memanjang.
5. Gumuk
Pasir Bintang. Gumuk pasir bintang adalah gumuk pasir yang dibentuk sebagai
hasil kerja angin dengan berbagai arah yang bertumbukan.
Gumuk pasir di kawasan Parangtritis bertipe
Barchan. Gumuk atau gundukan bukit pasir ini terbentuk secara alam dari proses
pergerakan angin laut. Hal ini terjadi dengan proses panjang dan karena adanya
Gunung merapi, Gunung Merbabu, Kali Opak, Kali Progo, dan Pantai Parangtritis
itu sendiri. Pasir tersebut merupakan material vulkanik Gunung merapi yang
terbawa oleh Sungai opak dan Sungai Progo menuju laut selatan. Dan proses
selanjutnya adalah hantaman ombak yang cukup besar dan secara terus menerus
sehingga mengalami pengerusan dan menjadi butiran butiran pasir yang sangat
halus. Butiran butiran tersebut kemudian tersapu oleh angin laut ke daratan.
Dari proses tersebut lama kelamaan dan hal ini terbentuk dalam waktu yang
sangat lama yakni hampir ribuan tahun yang lalu terbentuklah gundukan-gundukan
pasir atau gumuk pasir.
Tempat ini bagi para akademisi
merupakan laboratorium alam yang sangat menarik untuk diteliti dengan seksama.
Bahkan dari bidang entertain tempat ini sangat menarik sebagai latar belakang
video klip atau bagi fotografer merupakan landscape yang sangat bagus untuk
diabadikan dalam camera mereka. Tidak jarang tempat ini diabadikan sebagai
gambar untuk acara Pre Wedding, karena kondisi ini layaknya padang gurun yang
ada dinegara yang jauh dari tempat ini.
Untuk saat ini di sekitar lokasi ini
juga sudah dibangun sebuah museum
Gumuk Pasir serta laboratorium yang sangat bermanfaat sebagai
kegiatan ilmiah serta rekreasi dengan beberapa pendukung instrumen dan pustaka
tentang geospasial dan ilmu bumi.
Laboratorium ini merupakan
satu-satunya laboratorium geospasial yang ada di Indonesia. Tugasnya antara
lain melakukan riset tentang daerah pesisir dan laut yang dapat bermanfaat bagi
kehidupan dan keberlangsungan ekologi sekitarnya. Salah satu fenomena geografi
yang khas di daerah ini adalah gumuk pasir yang begitu luas dan hanya satu-satunya
di Asia. Gumuk pasir tersebut berasal 2 aktivitas yaitu dari erupsi gunung
merapi yang dibawa oleh Kali Opak dan terendapkan di pesisir pantai dan hasil
penghancuran karang oleh aktivitas gelombang laut dan biota laut. Laboratorium
geospasial ini bentuknya unik berbentuk kerucut. Di dalam lab tersebut terdapat
wahana pemutaran video terjadinya gumuk pasir serta beberapa alat-alat
pemetaan dan citra satelit NOA.










0 komentar:
Posting Komentar